Garut // Program makanan bergizi gratis di SDN Sindangpalay 2 menjadi sorotan publik setelah sejumlah orang tua murid melaporkan dugaan pembagian telur busuk dan roti basi kepada para siswa.Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (25/02/2026). Beberapa orang tua mengaku menerima keluhan langsung dari anak-anak mereka sepulang sekolah terkait kondisi makanan yang dibagikan.“Anak saya pulang sekolah kemarin dan bilang kalau telurnya bau. Pas saya cek, memang benar telurnya sudah busuk,” ujar salah satu orang tua murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.Kabar ini pun memicu kekhawatiran di kalangan wali murid terkait kualitas dan pengawasan makanan bergizi gratis yang seharusnya menunjang kesehatan dan tumbuh kembang anak.Sejumlah awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung ke pihak sekolah. Namun, pihak sekolah dan guru enggan memberikan keterangan resmi. Mereka hanya membenarkan bahwa pada hari tersebut ditemukan telur puyuh dalam kondisi tidak layak konsumsi.Tak berhenti di situ, tim media juga mendatangi lokasi dapur penyedia makanan guna meminta klarifikasi. Sayangnya, Ketua SPPG tidak berada di tempat, dan nomor telepon yang bersangkutan hingga berita ini diturunkan belum dapat dihubungi.Para orang tua berharap pihak sekolah dan dinas terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh serta memperketat pengawasan kualitas makanan sebelum dibagikan kepada siswa, agar kejadian serupa tidak terulang kembali.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia makanan maupun dinas pendidikan setempat.
(Denmoel)
