Garut – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Jawa Barat, Hasbullah Fudail, mendorong para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut untuk mengambil hikmah dari masa pembinaan yang sedang dijalani.Menurutnya, tidak sedikit tokoh besar di dunia yang pernah merasakan hidup di balik jeruji penjara, namun mampu bangkit dan melakukan perubahan besar dalam hidupnya.“Banyak tokoh besar di dunia ini yang pernah menghuni penjara. Mereka mampu mengambil hikmah dan melakukan perubahan besar sehingga hidupnya menjadi lebih baik,” ujar Hasbullah saat memberikan penguatan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Garut, Senin (9/3/2026).Ia menegaskan, selama menjalani masa pembinaan di Lapas, para warga binaan diharapkan mampu melakukan perubahan sikap dan perilaku menjadi pribadi yang lebih baik.Selain itu, Hasbullah juga menyampaikan bahwa tidak semua orang yang masuk penjara sepenuhnya karena unsur kesengajaan melanggar hukum. Dalam beberapa kasus, seseorang bisa saja terjerat karena bujuk rayu, keterpaksaan, maupun faktor lainnya.Dalam kesempatan tersebut, Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat melaksanakan kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi warga binaan yang diikuti sekitar 80 peserta.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai hak asasi manusia sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keseimbangan antara pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban selama menjalani masa pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.Kegiatan dibuka oleh Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, A.Md.IP., S.H., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat atas terselenggaranya kegiatan tersebut.Rusdedy juga memaparkan sejumlah upaya yang telah dilakukan pihak Lapas dalam pemenuhan hak asasi manusia bagi warga binaan, mulai dari penyediaan layanan pembinaan, fasilitas pendukung, hingga peningkatan kualitas pelayanan yang berorientasi pada penghormatan terhadap martabat manusia.Sementara itu, dalam sambutannya Hasbullah Fudail menegaskan bahwa setiap warga binaan tetap memiliki hak asasi yang harus dihormati dan dipenuhi meskipun sedang menjalani masa pidana.“Pemenuhan hak asasi manusia merupakan bentuk penghormatan terhadap martabat manusia yang harus dijunjung tinggi oleh seluruh pihak,” katanya.Ia juga menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengupayakan pemenuhan hak-hak warga binaan, termasuk terkait pemenuhan hak biologis bagi WBP di lembaga pemasyarakatan.Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan bahwa warga binaan memiliki hak untuk menyampaikan saran maupun masukan kepada petugas Lapas melalui prosedur yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi bagian dari mekanisme partisipatif untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif serta memperkuat komunikasi antara warga binaan dan petugas.Materi utama kegiatan disampaikan oleh Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM, Petrus Polus Jadu. Ia menjelaskan bahwa setiap individu, termasuk warga binaan, memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda-beda.Karena itu, penting bagi seluruh pihak di lingkungan pemasyarakatan untuk menumbuhkan sikap saling menghormati serta menjunjung tinggi prinsip non-diskriminasi.Selain menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak warga binaan, narasumber juga mengingatkan bahwa setiap WBP memiliki kewajiban yang harus dijalankan selama menjalani masa pembinaan.Para warga binaan diimbau untuk menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dengan mematuhi peraturan yang berlaku, mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas, serta menghormati petugas dan sesama warga binaan.
(Rika)
