Garut – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pelaksanaan tes urine bagi pegawai, peserta magang, serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang dilaksanakan pada Kamis dan Jumat, 8–9 Januari 2026, bertempat di Aula Lapas Kelas IIA Garut.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik serta menciptakan rasa aman di lingkungan Lapas.
Tes urine dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, sekaligus sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika.
Pelaksanaan tes urine dilakukan secara profesional dan transparan dengan melibatkan petugas kesehatan Lapas Garut yang bersinergi bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Garut.
Kolaborasi ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Dari total 521 Warga Binaan Pemasyarakatan yang menghuni Lapas Garut, sebanyak 150 orang WBP dipilih secara acak untuk mengikuti tes urine.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh WBP yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba. Hasil serupa juga diperoleh dari 103 orang pegawai dan peserta magang yang mengikuti tes, yang seluruhnya dinyatakan negatif.
Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bersifat pemeriksaan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama.
Ia menegaskan bahwa tes urine dilaksanakan untuk memastikan lingkungan Lapas tetap bersih, aman, dan kondusif, serta menjamin seluruh pegawai dan warga binaan berada dalam kondisi sehat dan terbebas dari narkoba.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Melalui kegiatan ini, Lapas Garut meneguhkan komitmennya dalam membangun budaya integritas dan mendukung program Zero Narkoba, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Dengan hasil pemeriksaan yang seluruhnya negatif, Lapas Kelas IIA Garut optimistis dapat terus mewujudkan lingkungan pembinaan yang positif, manusiawi, dan berorientasi pada perubahan yang lebih baik bagi warga binaan.
(Rika)
